<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kecax's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kecax.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kecax.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Feb 2009 11:19:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kecax.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ccbef31620a26cda2cdaa758e9fec52a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kecax's Weblog</title>
		<link>http://kecax.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kecax.wordpress.com/osd.xml" title="Kecax&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kecax.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MANDI BIKIN SEGAR DAN SEHAT</title>
		<link>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/mandi-bikin-segar-dan-sehat/</link>
		<comments>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/mandi-bikin-segar-dan-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 16:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kecax</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kecax.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius. Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kecax.wordpress.com&amp;blog=3292715&amp;post=44&amp;subd=kecax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.kapanlagi.com/p/mandi.jpg" alt="" align="right" />Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka menjalani test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa manfaat mandi dan berapa lama anda sebaiknya mandi? Berikut beberapa petunjuk mandi asyik dan menyehatkan:</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-44"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengeluarkan racun</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Stress</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Eksema</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (<em>sodium bicarbonate</em>) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. <em>Sodium bicarbonate</em> bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Infeksi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Infeksi <em>yeast</em> seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Flu dan Sakit Kepala</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Insomnia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sirkulasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika anda mengalami masalah sirkulasi. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin. <strong>(mydoc/rit)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kecax.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kecax.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kecax.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kecax.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kecax.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kecax.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kecax.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kecax.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kecax.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kecax.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kecax.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kecax.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kecax.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kecax.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kecax.wordpress.com&amp;blog=3292715&amp;post=44&amp;subd=kecax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/mandi-bikin-segar-dan-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df3f7cb795da858a67f7bcf9426f7763?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kecax</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kapanlagi.com/p/mandi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP SUBNETING</title>
		<link>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/konsep-subneting/</link>
		<comments>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/konsep-subneting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 15:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kecax</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kecax.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Subnetting merupakan suatu hal yang wajib dikuasai oleh seorang Network Administrator. Administrator-administrator yang mengelola jaringan besar sering kali merasa perlu membagi-bagi jaringan menjadi bagian yang lebih kecil lagi yang disebut sub networks. Saya akan menjelaskan mengenai konsep subnetting ini dengan menggunakan ilustrasi dan analogi yang ada disekitar kita. Apa sebenarnya yang disebut dengan subnetting dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kecax.wordpress.com&amp;blog=3292715&amp;post=38&amp;subd=kecax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Subnetting merupakan suatu hal yang wajib dikuasai oleh seorang Network Administrator. Administrator-administrator yang mengelola jaringan besar sering kali merasa perlu membagi-bagi jaringan menjadi bagian yang lebih kecil lagi yang disebut sub networks. Saya akan menjelaskan mengenai konsep subnetting ini dengan menggunakan ilustrasi dan analogi yang ada disekitar kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Apa sebenarnya yang disebut dengan subnetting dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama RE Martadinata terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. RE Martadinata.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="KSubnetting01" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-01.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-01.gif" alt="KSubnetting01" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Dikarenakan oleh suatu keadaan dimana rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="KSubnetting02" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-02.gif"> <img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-02.gif" alt="KSubnetting02" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan konsep subnetting. Dimana tujuannya ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 4 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 10 komputer (host). Tujuan lainnya juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl. RE Martadinata dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut. Broadcast-broadcast ini secara berkesinambungan dikirim ke semua host dalam sebuah network. Saat traffic broadcast mulai mengonsumsi begitu banyak bandwith tersedia, maka administrator perlu mengambil langkah subnetting untuk mereduksi ukuran broadcast domain tersebut, sehingga diperoleh performansi jaringan yang lebih baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="KSubnetting03" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-03.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-03.gif" alt="KSubnetting03" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS. Sebuah network tunggal dan besar yang dibatasi oleh area geografis dapat menimbulkan berbagai masalah terutama di sisi kecepatan. Dengan mengkoneksikan multi jaringan yang lebih kecil maka diharapkan dapat membuat sistem lebih efisien.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="KSubnetting04" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-04.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-04.gif" alt="KSubnetting04" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl RE Martadinata tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="KSubnetting05" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-05.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-05.gif" alt="KSubnetting05" width="500" height="89" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Konsep subnetting sebetulnya melingkupi pertanyaan-pertanyaan berikut:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ffcc99;">Berapa banyak subnet yang bisa dihasilkan sebuah subnet mask?</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Berapa banyak host yang valid pada setiap subnet?</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Subnet-subnet mana saja yang valid?</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Mana yang termasuk broadcast address untuk setiap subnet.</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Host-host mana saja yang valid untuk setiap subnet.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><strong>Subnetting Pada Alamat Kelas C</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"> Pada alamat kelas C, hanya tersedia 8 bit untuk mendefinisikan host. Subnet mask kelas C yang mungkin adalah sebagai berikut :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Binary;Desimal;            Singkatan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">10000000;    128;                        /25    (tidak valid)<br />
11000000;             192;                        /26<br />
11100000;             224;                        /27<br />
11110000;              240;                       /28<br />
11111000;              248;                        /29<br />
11111100;              252;                         /30<br />
11111110;                254;                         /31    (tidak valid)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Untuk contoh perhitungan subnetting, saya menggunakan 255.255.255.192</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">192 = 11000000</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Pada bilangan binary diatas (11000000), bit 1 mewakili bit-bit subnet dan bit 0 mewakili bit-bit host yang tersedia pada setiap subnet. 192 memberikan 2 bit untuk subnetting dan 6 bit untuk mendefinisikan host pada masing-masing subnet.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Apa saja subnet-subnetnya? Karena bit-bit subnetnya tidak boleh semuanya off (bernilai 0 semua) atau on (bernilai 1 semua) pada saat yang bersamaan, maka ada 2 subnet mask yang valid.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">01000000 = 64<br />
10000000 = 128</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Alamat dari host yang valid akan didefinisikan sebagai nomor-nomor diantara subnet-subnet tersebut, dikurangi dengan dua nomor; 1)nomor yang semua bit host bernilai 0 (off) dan, 2) nomor dengan bit host bernilai 1 (on).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Untuk menentukan host-host ini, pertama kita harus menentukan subnet dengan membuat semua bit host off, lalu membuat semua bit host on untuk mencari alamat broadcast untuk subnet tersebut. Host yang valid harus berada diantara kedua nomor atau alamat tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em>Subnet 64</em><br />
01000000 = 64 (Network)<br />
01000001 = 65        (Host pertama yang valid)<br />
01111110 = 126        (Host terakhir yang valid)<br />
01111111 = 127         (Broadcast)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em> Subnet 128</em><br />
10000000 = 128    (Network)<br />
10000001 = 129    (Host pertama yang valid)<br />
10111110 = 191    (Host terakhir yang valid)<br />
10111111 = 192    (Broadcast)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Mungkin kelihatan agak rumit yah, sekarang kita coba cara cepat dan gampang untuk menghitung subnet. Pada bagian ini penting sekali untuk menghafalkan hasil-hasil pemangkatan angka 2.<br />
Berikut cara cepatnya :</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Jumlah subnet : 2^x – 2 = jumlah subnet. X adalah jumlah bit 1 disubnet mask. Contoh disubnet mask 11000000, jumlah bit 1 ada 2, maka jumlah subnet 2^2 – 2 = 2 subnet.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Host : 2^y – 2 = jumlah host persubnet. Y adalah jumlah bit dibagian host atau bit 0. Contoh disubnet mask 11000000, jumlah bit 0 ada 6, maka jumlah host persubnet adalah 2^6 – 2 = 62 host.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Subnet yang valid : 256 – subnet mask = ukuran blok atau bilangan dasar. Contoh, 256 – 192 = 64. Maka 64 adalah blok size dan subnet pertama adalah 64. Subnet berikutnya adalah bilangan dasar ditambah dirinya sendiri, atau 64 + 64 = 128 (sebnet kedua). Teruslah ditambah bilangan dasar pada dirinya sendiri mencapai nilai dari subnet mask, yang bukan merupakan subnet yang valid karena semua bit-nya adalah 1 (on).</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Alamat broadcast untuk setiap subnet : Alamat broadcast adalah semua bit host dibuat menjadi 1, yang mana merupakan nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Host yang valid : Host yang valid adalah nomor diantara subnet-subnet dengan menghilangkan semua 0 dan semua 1.</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Sampai disini gimana…? Masih belum paham…?<br />
OK. Untuk memuaskan hasrat narsis Anda (hehehe), saya akan memberikan beberapa contoh soal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em>Alamat network = 192.168.10.0; subnet mask = 255.255.255.240;</em></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Subnet ? 240 = 11110000 dalam binary, 2^4 -2 = 14 subnet yang valid.</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Host ? bit host = 2^4 – 2 = 14 host yang valid.</span></li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Subnet yang valid ? 256 – 240 = 16; 16 + 16 = 32; 32 + 16 = 48; 48 + 16 = 64; 64 + 16 = 80; 80 + 16 = 96; 96 + 16 = 112; 112 + 16 = 128; 128 + 16 = 144; 144 + 16 = 160; 160 + 16 = 176; 176 + 16 = 192; 192 + 16 = 208; 208 + 16 = 224; 224 + 16 = 240; stop. Nah,,, subnet yang valid adalah 16, 32, 64, 80, 96, 112, 128, 144, 160, 176, 192, 208, 224. 240 tidak termasuk karena sudah merupakan subnet masknya kita.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Alamat broadcast tiap subnet ? Selalunya adalah nomor yang terletak sebelum subnet berikutnya.</span></p>
</li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Host yang valid ? Nomor yang terletak antara subnet dan alamat broadcast.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em>Alamat network = 192.168.20.0; subnet mask = 255.255.248.0;</em></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah subnet ? 248 = 11111000 dalam binary, 2^5 – 2 = 30 subnet.</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Host yang valid ? 2^3 – 2 = 6 host.</span></li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Subnet yang valid ? 256 – 248 = 8; 8 + 8 = 16; 16 + 8 = 24; dan seterusnya dimana hasilnya ditambahkan dengan dirinya sendiri dan berhenti sampai 248. Itulah subnet yang valid.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="color:#ffcc99;">Alamat broadcast ? Pasti nomor yang terletak sebelum subnet berikut.</span></p>
</li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Host yang valid ? Nomor yang terletak antara subnet dan alamat broadcast.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em>Alamat node = 192.168.10.33; subnet mask = 255.255.255.224;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"> Untuk mengerjakan soal seperti ini sangatlah gampang. Pertama, tentukan subnet dan alamat broadcast dari alamat-alamat IP diatas. Kita dapat melakukannya dengan menjawab pertanyaan nomor 3 dari kelima pertanyaan besar tadi (subnet manakah yang valid?). 256 – 224 = 32; 32 + 32 = 64. Nah… alamat node 192.168.10.33 berada diantara dua subnet dan pasti merupakan bagian dari subnet 192.168.10.32. Subnet berikutnya yaitu 64, jadi alamat broadcast yaitu 63 (ingat… bahwa alamat broadcast dari sebuah subnet selalu nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya). Range host yang valid adalah 33 – 62.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Berikutnya kita akan coba melakukan subnetting untuk IP Address class A dan IP Address class B. Pada dasarnya sama saja dengan melakukan subnetting pada IP Address class C.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B</strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="22.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/22.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/22.gif" alt="22.gif" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"> Sekarang kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Penghitungan:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Host per Subnet = 2y &#8211; 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 &#8211; 2 = 16.382 host</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Blok Subnet = 256 &#8211; 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Alamat host dan broadcast yang valid?</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="23.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/23.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/23.gif" alt="23.gif" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Penghitungan:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Host per Subnet = 27 &#8211; 2 = 126 host</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Blok Subnet = 256 &#8211; 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Alamat host dan broadcast yang valid?</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="24.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/24.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/24.gif" alt="24.gif" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A</strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Kalau sudah mantap dan paham benar, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Penghitungan:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Jumlah Host per Subnet = 216 &#8211; 2 = 65534 host</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Blok Subnet = 256 &#8211; 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, dan seterusnya.</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;">Alamat host dan broadcast yang valid?</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="25.gif" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/25.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/25.gif" alt="25.gif" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"> Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x &#8211; 2</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Sumber:<br />
-	<a href="http://romisatriawahono.net/" target="_blank">http://romisatriawahono.net</a><br />
-	Rahmat Rafiudin in “Mengupas Tuntas Cisco Router”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><span class="aizattos_related_posts_header"><br />
</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kecax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kecax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kecax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kecax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kecax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kecax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kecax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kecax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kecax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kecax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kecax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kecax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kecax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kecax.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kecax.wordpress.com&amp;blog=3292715&amp;post=38&amp;subd=kecax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/konsep-subneting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df3f7cb795da858a67f7bcf9426f7763?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kecax</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-01.gif" medium="image">
			<media:title type="html">KSubnetting01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-02.gif" medium="image">
			<media:title type="html">KSubnetting02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-03.gif" medium="image">
			<media:title type="html">KSubnetting03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-04.gif" medium="image">
			<media:title type="html">KSubnetting04</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/konsepsubnetting-05.gif" medium="image">
			<media:title type="html">KSubnetting05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/22.gif" medium="image">
			<media:title type="html">22.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/23.gif" medium="image">
			<media:title type="html">23.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/24.gif" medium="image">
			<media:title type="html">24.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/25.gif" medium="image">
			<media:title type="html">25.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP DASAR TCP/IP</title>
		<link>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/konsep-dasar-tcpip/</link>
		<comments>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/konsep-dasar-tcpip/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 14:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kecax</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[konsep dasar TCP/IP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kecax.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer yang dituju. Tentunya dalam proses pengiriman yang terjadi tidak semudah yang dipikirkan. Alasan pertama, komputer tujuan berada jauh dari komputer sumber sehingga paket data yang dikirimkan bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kecax.wordpress.com&amp;blog=3292715&amp;post=24&amp;subd=kecax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer yang dituju. Tentunya dalam proses pengiriman yang terjadi tidak semudah yang dipikirkan. Alasan pertama, komputer tujuan berada jauh dari komputer sumber sehingga paket data yang dikirimkan bisa saja hilang atau rusak di tengah jalan. Alasan lainnya, mungkin komputer tujuan sedang menunggu/mengirimkan paket data dari/ke komputer yang lain. Tentunya paket data yang akan dikirimkan diharapkan sampai dengan tepat tanpa terjadi kerusakan. Untuk mengatur mekanisme komunikasi data tersebut dibutuhkan pengaturan proses pengiriman data yang dikenal sebagai protocol. Protokol di sini adalah sebuah perangkat lunak yang melekat pada setiap sistem operasi tertentu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">TCP/IP (singkatan dari “Transmission Control Protocol”) adalah sekumpulan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada jaringan komputer. TCP/IP terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Kesimpulannya, TCP/IP inilah yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu jaringan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">TCP/IP dapat diterapkan dengan mudah di setiap jenis komputer dan inteface jaringan, karena sebagian besar isi kumpulan protokol ini tidak spesifik terhadap satu komputer atau peralatan jaringan tertentu. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer TCP/IP, sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="PengenalanTCP-01" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-1.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-1.gif" alt="PengenalanTCP-01" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Gambar di atas mengambar model TCP/IP terdiri atas empat lapis kumpulan protokol yang bertingkat. Keempat lapisan layer tersebut adalah :</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ffcc99;"><em><strong> Lapisan Network</strong></em><br />
Lapisan Network bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik atau gelombang radio. Karena tugasnya ini, protokol pada layer ini harus mampu menterjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang di mengerti oleh komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis.</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;"><strong><em>Lapisan Internet</em></strong><br />
Lapisan Internet bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. Pada layer ini terdapat tiga macam protokol, yaitu IP, ARP, dan ICMP. IP (Internet Protocol) berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. ARP (Address Resulotion Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk menemukan alamat hardaware dari host/komputer yang terletak pada network yang sama. Sedangkan ICMP (Internet Control Massage Protocol) ialah protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan dan melaporkan kegagalan pengiriman data.</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;"> Lapisan Transport<br />
Layer Transport, berisi protokol yang bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Pada lapisan Transport menggunakan Acknowledgement positif dan Acknowledgement negative pada aliran datanya. Acknowlegment positif akan memberitahukan pesan apabila data yang di transferkan telah sampai sedangkan Acknowledgement negative jika paket yang ditransfer tidak sampai ke tujuan maka akan terjadi pengiriman ulang. Kedua protokol tersebut ialah TCP (Transmission Control Protokol) dan UDP (User Datagram Protocol).</span></li>
<li><span style="color:#ffcc99;"> Lapisan Aplikasi<br />
Layer teratas adalah Aplication Layer. Pada layer inilah terletak semua aplikasi yang menggunakan protokol TCP/IP misalnya http, ftp, telnet, smpt dan lain sebagainya.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><strong>IP Addressing</strong><br />
IP address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu komputer. Dengan adanya IP address masing-masing host dapat terhubung dan saling bertukar informasi melalaui media transmisi kabel seperti UTP, koaksil atau fiber optic. Sebagai contoh sederhana, jika sebuah surat akan dikirimkan/ ditujukan ke orang lain maka surat tersebut harus dilengkapi dengan alamat lengkap si penerima. Tentu juga alamat si pengirim perlu dicantumkan untuk memudahkan penerima dari mana datangnya surat tersebut. Jika alamat si penerima tidak lengkap misalnya tidak ada nomor rumah, tidak di cantumkan nama penerima maka surat tersebut dipastikan tidak akan sampai.<br />
IP address adalah sekelompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian yang masing-masing bagian itu terdiri dari 8 bit, angka pada masing-masing bit tersebut adalah angka 1 dan 0. misalnya : 11000111. Nilai paling besar dari biner 8 bit adalah 255, angka 255 ini dihitung dari bilangan biner 2 berpangkat.<br />
Misalnya :<br />
11111111	=	27 + 26 + 25 + 24 + 23 + 22 + 21 + 20<br />
=	128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1<br />
=	255<br />
Dengan demikian IP address yang terdiri dari 4 bagian bilangan 8 bit maka nilai terbesar IP address tersebut adalah<br />
11111111.11111111.11111111.11111111 atau 255.255.255.255.255<br />
Untuk memudahkan kita dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP maka umumnya penamaan yang digunakan adalah berdasarkan bilangan desimal.<br />
IP address dibagi menjadi kelas-kelas yang masing-masing mempunyai kapasitas jumlah IP yang berbeda-beda. IP address terdiri dari dua bagian yaitu bagian network ID dan host ID. Network ID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada sedangkan host ID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, Network ID seperti nama jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumah di jalan tersebut.<br />
Kelas-kelas IP address adalah sebagai berikut :<br />
<em><br />
Kelas A</em><br />
IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama berikan angka 0 sampai dengan 127.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Karakteristik IP Kelas A<br />
Format	: 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH<br />
Bit Pertama	: 0<br />
NetworkID	: 8 bit<br />
HostID	: 24 bit<br />
Bit Pertama	: 0 -127<br />
Jumlah	: 126 (untuk 0 dan 127  dicadangkan)<br />
Range IP	: 1.x.x.x – 126.x.x.x<br />
Jumlah IP	: 16.777.214<br />
Misalnya IP address 120.31.45.18 maka<br />
Network ID	= 120<br />
HostID		= 31.45.18<br />
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><em> Kelas B</em><br />
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 128 – 191.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Karakteristik IP Kelas B<br />
Format	: 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH<br />
Bit Pertama	: 10<br />
NetworkID	: 16 bit<br />
HostID	: 16 bit<br />
Bit Pertama	: 128 -191<br />
Jumlah	: 16.384<br />
Range IP	: 128.1.x.x – 191.155.x.x<br />
Jumlah IP	: 65.532<br />
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka<br />
Network ID	= 150.70<br />
HostID		= 60.56<br />
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Kelas C<br />
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari 192 – 223.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Karakteristik IP Kelas C<br />
Format	: 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH<br />
Bit Pertama	: 110<br />
NetworkID	: 24 bit<br />
HostID	: 8 bit<br />
Bit Pertama	: 192 &#8211; 223<br />
Jumlah	: 16.384<br />
Range IP	: 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x<br />
Jumlah IP	: 254 IP<br />
Misalnya IP address 192.168.1.1 maka<br />
Network ID	= 192.168.1<br />
HostID		= 1<br />
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1<br />
Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namum kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal namum digunakan untuk IP multicasting dan untuk experimental.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><strong> Prinsip Kerja TCP</strong><br />
TCP mempunyai prinsip kerja seperti “virtual circuit” pada jaringan telepon. TCP lebih mementingkan tata-cara dan keandalan dalam pengiriman data antara dua komputer dalam jaringan. TCP tidak peduli dengan apa-apa yang dikerjakan oleh IP, yang penting adalah hubungan komunikasi antara dua komputer berjalan dengan baik. Dalam hal ini, TCP mengatur bagaimana cara membuka hubungan komunikasi, jenis aplikasi apa yang akan dilakukan dalam komunikasi tersebut (misalnya mengirim e-mail, transfer file, dsb.) Di samping itu, juga mendeteksi dan mengoreksi jika ada kesalahan data. TCP mengatur seluruh proses koneksi antara satu komputer dengan komputer yang lain dalam sebuah jaringan komputer.<br />
Berbeda dengan IP yang mengandalkan mekanisme connectionless pada TCP mekanisme hubungan adalah connection oriented. Dalam hal ini, hubungan secara logik akan dibangun oleh TCP antara satu komputer dengan komputer yang lain. Dalam waktu yang ditentukan komputer yang sedang berhubungan harus mengirimkan data atau acknowledge agar hubungan tetap berlangsung. Jika hal ini tidak sanggup dilakukan maka dapat diasumsikan bahwa komputer yang sedang berhubungan dengan kita mengalami gangguan dan hubungan secara logik dapat diputus.<br />
Hal yang cukup penting untuk dipahami pada TCP adalah port number. Port number menentukan servis yang dilakukan oleh program aplikasi diatas TCP. Nomor-nomor ini telah ditentukan oleh Network Information Center dalam Request For Comment (RFC) 1010 [10]. Sebagai contoh untuk aplikasi File Transfer Protokol (FTP) diatas transport layer TCP digunakan port number 20 dan masih banyak lagi.<br />
Prinsip kerja dari TCP berdasarkan prinsip client-server. Dimana server adalah program pada komputer yang secara pasif akan mendengarkan (listen) port number yang telah ditentukan pada TCP. Sedang client adalah program yang secara aktif akan membuka hubungan TCP ke komputer server untuk meminta servis yang dibutuhkan.<br />
Awalnya suatu paket dengan SYN-flag dikirim ke IP tujuan, tujuan akan memberikan respon dengan suatu ACK(SYN) flag atau suatu paket dengan RST-flag. SYN singkatan dari SYN-(synchronisation), yang digunakan untuk ‘memberitahukan’ komputer tujuan suatu permintaan melakukan koneksi, kalau diterima, maka permintaan tersebut akan dijawab dengan suatu paket ACK(SYN) flag. ACK singkatan dari ACK-(Acknowledgement). Setelah menerima paket dengan ACK(SYN) flag, komputer mengirim kembali suatu ACK memberitahukan host lain bahwa koneksi telah dibuat. Hal ini kita sebut sebagai “Three-Way-Handshake”. Jika koneksi telah dibuat dan salah satu host ingin melakukan disconnect, akan dikirim suatu paket dengan FIN-flag diaktifkan. (FIN singkatan dari FINish). Tabel ini akan membuat hal ini lebih jelas:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;"><a title="PengenalanTCP-02" href="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-2.gif"><img src="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-2.gif" alt="PengenalanTCP-02" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc99;">Sumber :<br />
-	Onno W. Purbo in ”TCP/IP”.<br />
-	Wendel Odom, CCIE in ”CCNA INTRO Exam Certification Guide”.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kecax.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kecax.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kecax.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kecax.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kecax.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kecax.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kecax.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kecax.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kecax.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kecax.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kecax.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kecax.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kecax.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kecax.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kecax.wordpress.com&amp;blog=3292715&amp;post=24&amp;subd=kecax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kecax.wordpress.com/2009/02/14/konsep-dasar-tcpip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df3f7cb795da858a67f7bcf9426f7763?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kecax</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">PengenalanTCP-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suwito.web.id/me/wp-content/uploads/2007/12/pengenalantcp-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">PengenalanTCP-02</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
